5 Aplikasi Software Editing Video Terbaik 2017
Apakah Kamu sedang mencari software editing video terbaik ? Bingung mau pakai yang mana? Kamu dapat mempertimbangkan beberapa aplikasi pengolah
video dibawah ini, mulai dari tingkat pemula, menengah, hingga lanjut.
Di jaman yang modern saat ini, salah satu media yang banyak digunakan untuk
memasarkan suatu produk, event bahkan hiburan sudah menggunakan gambar visual
yang hidup yakni video. Dengan adanya media ini, audience akan lebih suka
menyimak karena lebih interaktif dan tidak kaku.
Seperti pada media hiburan, khususnya di bidang layar lebar, aplikasi
pengolah video sangat diperlukan untuk menunjang segala aspek yang dibutuhkan
seperti memotong klip, menambah animasi, color grading dan lain sebagainya.
Selain itu, aplikasi pengolah video semakin banyak diburu terutama pada
jaman millennial ini. Kita bisa lihat, beberapa anak muda yang “Ketagihan” membuat
konten untuk di unggah ke YouTube atau hanya sekedar membuat film pendek untuk
ajang unjuk gigi. Semua itu membutuhkan software yang sesuai dengan kebutuhan.
Maka dari itu, berikut Selular rangkum 5 aplikasi edit video terbaik dan mudah
digunakan.
1. Adobe Premiere Pro CC
Salah satu aplikasi besutan raksasa Adobe ini sudah banyak dikenal oleh
para editor film maupun orang awam. Selain aplikasi ini mudah digunakan, Adobe
Premiere juga memiliki antarmuka yang ramah dan mudah dipahami dalam waktu
singkat.
Untuk dapat menjalankan aplikasi ini dengan lancar, spesifikasi komputer
atau laptop Anda harus diperhatikan. Adobe Premiere Pro membutuhkan setidaknya
8 GB RAM, serta harus didukung dengan eksternal kartu grafis. Selain itu,
minimal prosesor yang dimiliki setidaknya Core i3 atau sejenisnya.
Aplikasi ini berbentuk layanan, dimana pengguna harus membayar setiap tahunnya
agar mendapatkan lisensi serta pembaruan. Untuk biaya pertahunnya, Adobe
mematok aplikasi ini seharga Rp 3,2 jutaan. Adobe Premiere Pro tersedia untuk
platform Windows dan Mac OS.
2. Sony Vegas Pro
Sony Vegas adalah aplikasi pengolah video yang dikembangkan oleh Magix
Software GmbH diatas naungan Sony Foundry. Aplikasi ini juga sering digunakan
oleh editor kelas professional, karena Vegas Pro memiliki fitur serta kemampuan
yang lumayan mumpuni.
Sama seperti Premiere Pro, aplikasi ini juga membutuhkan spesifikasi PC
atau laptop yang lumayan tinggi. Karena jika dijalankan di spek yang
“pas-pasan” Sony Vegas Pro maupun Adobe Premiere Pro akan mengalami lag. Hal
ini tentunya akan mengganggu produktivitas dalam bekerja dan akan membuang
banyak waktu.
Sony membanderol Vegas Pro 14 seharga $599 atau setara Rp 7,7 jutaan untuk
mendapatkan lisensi penuh atas software tersebut.
3. Final Cut Pro X
Aplikasi yang hanya tersedia untuk pengguna Mac OS ini rupanya menjadi
aplikasi pengolah video popular dan banyak digunakan oleh para professional.
Film layar lebar yang dikabarkan diedit menggunakan Final Cut Pro adalah X-Men
Origins: Wolverine (2009).
Berbeda dengan yang lain, proses kerja Final Cut Pro atau yang sering
disebut denga FCP ini menawarkan kemudahan dan kestabilan perangkat. Jika kita
memasukan beberapa klip ke timeline, maka FCP akan segera me-render klip
tersebut tanpa harus memberhentikan proses kerja lain.
Jika di aplikasi lain, ketika kita ingin me-render beberapa klip, maka
proses kerja lain seperti pengelolaan klip, audio atau color grading otomatis
tidak bisa dijalankan bersamaan. Fitur ini tentunya memudahkan serta menghemat
waktu kerja editor film.
Apple membandrol aplikasi ini seharga $199 atau setara Rp 2,5 jutaan dalam
bundle yang diberi nama Pro Apps Bundle for Education. Paketan ini berisi
Final Cut Pro X, Logic Pro X, Motion 5,
Compressor 4, dan MainStage 3.
4. Pinnacle Studio 20
Pinnacle Studio adalah aplikasi pengolah video yang dibuat oleh suatu
perusahaan yang bermarkas di California yakni Pinnacle System. Aplikasi ini
juga cocok bagi pemula yang sedang belajar untuk mengelola video.
Fitur terbaru yang ditawarkan oleh Pinnacle Studio 20 diantaranya adalah
split screen video, mengolah video dengan resolusi 360 derajat, stop motion
animation bahkan sudah mendukung video beresolusi 4K.
Sistem minimum yang disarankan untuk menjalankan aplikasi ini adalah PC
dengan Windows (7, 8.1, 10), Intel Core i3 atau AMD A4, kartu grafis eksternal
NVIDIA GeForce 200 atu ATI 4xxx serta dukungan RAM 8 GB. Aplikasi ini
dibanderol seharga $99 atau setara Rp 1,2 jutaan.
5. DaVinci Resolve
Aplikasi ini kurang terkenal bagi orang awam maupun pemula yang baru terjun
dibidang editing video, bisa dikatakan aplikasi ini “underrated”. Meskipun
underrated, aplikasi ini lumayan mumpuni untuk dijadikan aplikasi edit video
Anda.
Sejatinya, DaVinci Resolve lebih ditujukan untuk memoles footage agar lebih
ciamik (color grading). Awalnya aplikasi ini dirancang untuk keperluan pewarna
elit di Hollywood, namun sekarang telah banyak digunakan di acara TV maupun
film layar lebar. BlackMagic Desaigns mengklaim bahwa fitur yang ada pada
aplikasi ini tidak akan didapat oleh aplikasi pengolah video lainnya
Sama seperti produk diatas, agar dapat menjalankan aplikasi ini secara
normal tanpa lag, Anda harus memiliki spesifikasi PC atau laptop yang mumpuni.
Karena aplikasi ini sangat banyak mengkonsumsi penggunaan RAM dan proses
prosesor.
DaVinci Resolve tersedia secara gratis untuk versi publiknya yakni, DaVinci
Resolve 14 Public Beta dan DaVinci Resolve 12.5. Untuk versi berbayar, aplikasi
ini dibanderol seharga $299 atau setara Rp 3,8 jutaan dengan versi 12.5.
Salah satu diantara produk diatas, yang sering digunakan oleh professional
editor ialah Adobe Premiere Pro dan Final Cut Pro X. Untuk Anda yang mungkin
masih bingung, silahkan coba beberapa aplikasi diatas dan sesuaikan dengan
kebutuhan Anda. Setidaknya, Pinnacale Studio atau Sony Vegas sudah dapat
menunjang pekerjaan Anda jika hanya untuk memotong beberapa bagian klip lalu
menyatukannya kembali.
























